post image

Demokrasi RI di Titik Nadir? Rocky Gerung Bakal 'Bongkar' Masa Depan Politik di FISIPOL UGM Hari Ini

(Yogyakarta) – Kondisi demokrasi Indonesia tengah berada dalam sorotan tajam. Berbagai indikator politik menunjukkan tren mengkhawatirkan: mulai dari menyempitnya kebebasan berekspresi, kriminalisasi aktivis muda, hingga menguatnya dominasi militer di ruang sipil.

​Merespons kegelisahan tersebut, sebuah perhelatan besar bertajuk Konferensi Akademi Republik: "Masa Depan Demokrasi: Polisi, Militer, dan Gerakan Sosial" akan digelar di Yogyakarta. Acara ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Akademi Republikan, sebuah wadah pendidikan politik alternatif bagi generasi muda.

​Situasi demokrasi saat ini dinilai kian diperparah oleh lemahnya peran partai politik dan cengkeraman oligarki yang semakin kuat. Politik elektoral kini hanya dianggap sebagai arena transaksi kepentingan, sementara aspirasi rakyat seringkali terabaikan di meja parlemen.

Dampak buruknya tak hanya menyasar sektor politik, tetapi juga menghantam ekonomi nasional. Defisit anggaran yang membengkak, beban utang, hingga badai PHK menjadi bukti nyata bahwa stabilitas politik linear dengan kesehatan ekonomi.

"Konferensi ini adalah upaya menjaga ruang dialog dan menghidupkan kembali gagasan politik alternatif di tengah situasi yang kian mengabaikan etika bernegara," tulis penyelenggara dalam keterangan resminya.

Rocky Gerung Jadi Pembicara Kunci

​Konferensi tingkat tinggi ini dijadwalkan berlangsung pada:
• ​Hari/Tanggal: Selasa, 3 Februari 2026
• ​Waktu: 08.30 – 17.00 WIB
• ​Lokasi: Auditorium Lantai 4, Gedung BB, FISIPOL UGM, Yogyakarta.

Akademisi sekaligus pengamat politik kondang, Rocky Gerung, dipastikan hadir untuk memberikan keynote speech (pidato kunci). Selain itu, rangkaian panel diskusi akan membedah peran historis gerakan sosial dalam mendorong reformasi di tubuh institusi Polri dan TNI.

Launching Akademi Republikan: Mencetak 'Subjek Politik' Baru

Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah peresmian Akademi Republikan. Lembaga ini hadir sebagai jawaban atas keresahan sosial pasca-demonstrasi besar Agustus 2025.

Berbeda dengan institusi formal, Akademi Republikan menawarkan:
• ​Pendidikan Informal & Kritis: Membebaskan anak muda dari sekat birokratisme pendidikan konvensional.
• ​Tradisi Intelektual: Penguatan budaya membaca, diskusi, dan kemampuan argumentasi yang metodis.
• ​Aksi Kemanusiaan: Melibatkan siswa dalam pendampingan korban pelanggaran HAM dan penguatan wirausaha sosial.

Akademi ini diampu langsung oleh para akademisi yang memiliki latar belakang gerakan, bertujuan membentuk karakter pemuda yang sensitif terhadap isu sosial dan memiliki integritas politik.

Diharapkan, konferensi dan kehadiran akademi ini mampu menjadi titik balik bagi konsolidasi gerakan sipil untuk merebut kembali kedaulatan rakyat yang kian tergerus. (rsi)

0 Comment