post image

Perkuat Identitas Budaya dan Ekonomi Keluarga, Yayasan SAMIN Gelar Workshop "Rempah Nusantara sebagai Identitas"

  • Administrator
  • 23 Sep 2026
  • Culture

(SLEMAN, DIY) – Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) berkolaborasi dengan Yoga Djaya, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Mupangati Kopi Samigaluh, dan Kelompok Desa Prima Kalurahan Wedomartani menggelar workshop bertajuk "Rempah Nusantara Sebagai Identitas" di Kantor Yayasan SAMIN, Jl. Menur No. 12 Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.
​Kegiatan yang diikuti oleh Ibu-Ibu Kader Desa Prima Kalurahan Wedomartani ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan rempah sebagai identitas budaya, membekali keterampilan pengelolaan tanaman herbal di sekitar rumah, hingga mendorong potensi ekonomi keluarga.

​Tanaman herbal dinilai sebagai identitas Nusantara sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan. Kendati telah lama dimanfaatkan untuk jamu dan pengobatan tradisional, pengetahuan masyarakat dalam mengenali jenis, ciri, dan manfaat spesifiknya masih terbatas.
​Dr. Yohanes Dwiatmaka, M.Si. dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang hadir sebagai narasumber materi Jalur Rempah menegaskan pentingnya edukasi ini bagi kaum perempuan.

“Bagi Ibu-Ibu, pengetahuan dalam mengenali manfaat dan mengolah secara tepat guna penting supaya khasiat bagi tubuh terutama kesehatan dan konsumsi keseharian menjadi maksimal,” ujar Yohanes.

Senada dengan itu, narasumber Suket Godong Dadi Rewang, Purnomo Widyo Nugroho (Mupangati Kopi Samigaluh), menyampaikan bahwa rempah sebagai sumber kearifan lokal leluhur harus dijaga agar manfaatnya lestari dan tidak punah dari generasi ke generasi.

​Selain pemaparan materi, peserta mendapatkan pembekalan dan praktik langsung pengolahan bahan rempah menjadi minuman sehat siap konsumsi yang dipandu oleh Santi Wijaya Hesti Utami dari Yoga Djaya. Materi ini mencakup pemanfaatan tanaman herbal secara tepat, aman, dan berkelanjutan.
​Manfaat nyata dari identifikasi tanaman ini dirasakan langsung oleh peserta. Ibu Haryanti, anggota Desa Prima Wedomartani, bersaksi bagaimana daun kelor terbukti membantu mempercepat proses pemulihannya saat terserang influenza.

Sementara itu, Ketua PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat), Ibu Shifa Amalya, menilai workshop ini memberikan nilai tambah berupa pengetahuan produksi, pengolahan, potensi komoditas, hingga penggalian nilai luhur untuk keluarga.

​Sebagai pemungkas rangkaian acara, perwakilan Yayasan SAMIN, Arief Winarto, mengungkapkan bahwa model pelatihan partisipatif seperti ini kedepannya akan dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu sarana terapi pendampingan bagi anak-anak beserta keluarga yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat—khususnya para perempuan—tidak hanya cakap mengidentifikasi dan mengolah rempah untuk kesehatan harian, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui komoditas rempah olahan. (rsi) 

0 Comment