Wujud Bakti di Tanah Rantau: PKNS Riau Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-80 untuk Sri Sultan Hamengku Buwono X
(YOGYAKARTA) – Paguyuban Kawulo Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Provinsi Riau menunjukkan rasa cinta dan penghargaan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono Sepuluh. Mereka ikut serta merayakan momen bersejarah bagi Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY tersebut.
Dalam kirab budaya yang penuh khidmat, perwakilan dari PKNS Riau membentangkan spanduk ucapan selamat sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Sri Sultan Hamengku Buwono X. Spanduk tersebut bertuliskan:
"PKNS RIAU – Nderek Mangayubagyo Yuswo Dalem 80th". Tulisan tersebut secara harfiah bermakna bahwa segenap warga Riau yang ada di Yogyakarta turut bersyukur dan mendoakan atas hari ulang tahun Sri Sultan yang ke-80.
Menurut Ketua PKNS Riau, Riyono Gede Trisoko, sejumlah tokoh PKNS Riau yang turut hadir di Yogyakarta diantarnya Penasehat PKNS Riau sekaligus Ketua PWGN Riau, Suro Abadi, Sekretaris PKNS dan PWGN, Singgih Supriyadi, Ketua PKNS Kampar Agus Wiyono, Sekretaris PKNS Kampar Sugino, dan Anggota Faisal.
Riyono menyampaikan bahwa kehadiran perwakilan warga Riau dalam Kirab Mangayubagya 80 Tahun Suktan HB X di Yogyakarta menjadi bukti nyata bahwa semangat "Manunggal Nyawiji" (bersatu menjadi satu) tetap hidup di hati para perantau asal Yogyakarta, di mana pun mereka berada.
"Doa-doa terbaik warga Riau di Yogyakarta, dipanjatkan agar Sri Sultan Hamengku Buwono X senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam memimpin Daerah Istimewa Yogyakarta," jelas Riyono.
Sementara itu, Sekretaris PKNS Riau, Singgih Supriyadi mengungkapkan dalam kirab budaya tersebut, para anggota PKNS Riau mengenakan busana tradisional Jawa lengkap dengan kain batik dan blangkon. Penampilan ini menegaskan bahwa meskipun mereka menetap jauh di Riau, nilai-nilai budaya dan rasa hormat kepada pimpinan adat mereka di Yogyakarta tetap terjaga erat.
"Pria mengenakan surjan/beskap dan blangkon, sementara wanita mengenakan kebaya dan kerudung. Spanduk mencantumkan logo resmi paguyuban sebagai simbol organisasi yang terstruktur di perantauan," pungkas Singgih. (Ris)
0 Comment