Ekonomi Kreatif Jadi Penggerak Utama Pembangunan di Yogyakarta
(YOGYAKARTA)— Ekonomi kreatif di Indonesia kini menjadi penggerak utama atau embrio dari perekonomian karena berbasis pada ide dan gagasan. Terlebih sektor-sektor kreatif seperti kuliner, seni pertunjukan, tari, fesyen, hingga kain telah menjadi fondasi kuat yang digerakkan melalui mesin pertumbuhan ekonomi kreatif. Beragam terobosan agar ekonomi kreatif bisa mendunia terus didorong oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs).
Menurut Kawendra Lukistian selaku Ketua Umum DPP Gekrafs, pusat mendorong para pelaku usaha di Yogyakarta untuk mengkurasi produk dan jasa terbaik dengan memanfaatkan jaringan dari 18 negara Gekrafs serta jejaring yang ada.
"Pemerintah di era Presiden Prabowo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk Kekayaan Intelektual (IP). Hal ini diharapkan dapat menjadi kolateral di perbankan bagi para pelaku kreatif agar mendapatkan akses permodalan," ujarnya.
Gekrafs memiliki badan otonom khusus UMKM yang bertugas melakukan pembinaan dan meningkatkan skala usaha (scale-up) para pelaku UMKM agar kontribusinya semakin berkembang.
Untuk memperkuat jaringan ekonomi kreatif, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dengan pengukuhan Ketua Gekrafs DIY, Sarah Azzahra (Ketua DPW Gekrafs DIY). Selain itu, Hijaz Putra Junaidi Mahesa dilantik sebagai Ketua Umum Gekrafs Kampus). Acara pelantikan ini digelar di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, pada Jumat (2 Oktober 2026) mulai pukul 14.00 hingga 17.45 WIB.
Sementara itu, Ketua Gekrafs DIY Sarah Azzahra berkomitmen untuk menyiapkan sejumlah program kolaborasi strategos dan event krearif di Yogyakarta.
"Memasuki bulan Oktober, Gekrafs menyiapkan berbagai program kolaborasi dengan menggandeng sejumlah organisasi dan asosiasi lain sebagai mitra strategis untuk menyukseskan rangkaian acara ekonomi kreatif di Yogyakarta," jelas Sarah.
Selain itu, berbagai program dan event utama seperti acara Jogja Festival dijadwalkan akan mulai diselenggarakan pada bulan November mendatang. Kemudian akan digelar Meet the Investor, pada tanggal 20 hingga 22, akan diselenggarakan acara Meet the Investor dan pameran kekayaan intelektual yang berkolaborasi dengan GIFI UGM untuk mengisi kelas-kelas kolaborasi serta gelar wicara (talkshow).
"Gekrafs juga akan menghadirkan tokoh-tokoh penting, termasuk jajaran dewan pembina, untuk mengisi ruang gelar wicara guna memperluas wawasan publik mengenai ekonomi kreatif," jelas Sarah.
Pelantikan pengurus baru Gekrafs DIY ini mengusung semangat kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Yogyakarta. Acara yang berlangsung di kompleks Balai Kota Yogyakarta ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional maupun daerah diantaranya Wawan Harmawan (Wakil Wali Kota Yogyakarta.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya peran sektor ekonomi kreatif sebagai motor penggerak baru perekonomian daerah.
Selain itu, digelar Pasar UMKM, sebagai adah pameran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal untuk menampilkan produk unggulan kreatif.
Agenda lainnya, adalah Srawung Ekrafs #2 dengan ruang diskusi dan interaksi antar pelaku industri kreatif, komunitas, serta pemerintah hingga panggung apresiasi seni budaya khas Yogyakarta yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Kehadiran para tokoh ini diharapkan mampu memberikan pandangan strategis mengenai sinergi antara pemerintah, organisasi kreatif, dan akademisi dalam memajukan potensi lokal di Yogyakarta. (Ris)
0 Comment