BOOK TALK “CERMINKU RETAK SERIBU” DI KLATEN: MENELUSURI LUKA MASA LALU YANG DIAM-DIAM MEMBENTUK DIRI KITA HARI INI
(Klaten, November 2026) — Setiap orang memiliki cerita. Sebagian tersimpan sebagai kenangan indah, sebagian lainnya menjadi luka yang tidak pernah benar-benar selesai. Menariknya, luka masa lalu tidak selalu hadir dalam bentuk kesedihan yang terlihat. Terkadang, ia menjelma menjadi sikap, kebiasaan, bahkan cara kita memperlakukan orang lain—tanpa kita sadari.
Persoalan inilah yang menjadi salah satu benang merah buku Cerminku Retak Seribu: tentang luka, kehilangan dan manusia-manusia yang belajar berdamai, karya Rini Hastuti. Buku ini akan dibahas dalam acara Book Talk dan Bedah Buku yang diselenggarakan di Toko Buku Jendela, Klaten, pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 13.00–15.00 WIB.
Melalui 35 cerita, Rini Hastuti mengajak pembaca menyelami berbagai sisi kehidupan manusia: relasi yang melukai, kehilangan, pengkhianatan, persoalan kepercayaan, dinamika keluarga dan persahabatan, hingga pergulatan seseorang dalam memahami dirinya sendiri.
Buku ini tidak hanya berbicara tentang orang-orang yang pernah melukai kita. Lebih jauh, ia mengajak pembaca melihat bagaimana pengalaman masa lalu dapat meninggalkan jejak dalam kehidupan sekarang.
Seseorang yang sulit percaya, misalnya, mungkin bukan semata-mata karena ia memiliki sifat pencuriga. Bisa jadi, ada pengalaman pengkhianatan yang belum pulih. Seseorang yang selalu ingin mengendalikan keadaan mungkin sedang berusaha menghindari rasa tidak aman yang pernah dialaminya. Begitu pula mereka yang terus mengalah, takut ditinggalkan, atau merasa harus selalu menyenangkan orang lain.
Apa yang tampak sebagai karakter, terkadang merupakan cara seseorang bertahan dari luka yang pernah dialaminya.
BERCERMIN, BUKAN SEKADAR MENCARI SIAPA YANG SALAH
Salah satu kekuatan buku ini terletak pada ajakannya untuk melihat persoalan relasi dari sudut pandang yang lebih luas. Tidak terburu-buru menghakimi, tidak pula menawarkan jawaban sederhana untuk persoalan manusia yang kompleks.
Pembaca diajak bertanya: apakah reaksi kita hari ini benar-benar hanya disebabkan oleh kejadian yang sedang berlangsung? Ataukah ada pengalaman lama yang ikut berbicara melalui sikap dan keputusan kita?
Sebab, terkadang kita begitu mudah mengenali kesalahan orang lain, tetapi kesulitan melihat luka yang masih kita bawa sendiri.
“Hampir semua orang membawa retaknya masing-masing. Tidak banyak yang berani menceritakannya.” — Rini Hastuti
Kalimat tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami pesan utama buku ini. Bahwa di balik sikap dan perilaku seseorang, mungkin ada kisah yang tidak pernah diketahui orang lain. Dan di balik setiap retakan, selalu ada manusia yang sedang berusaha menjalani hidup sebaik yang ia mampu.
MENGAPA BUKU INI LAYAK DIBACA?
Cerminku Retak Seribu relevan bagi siapa saja yang ingin memahami dirinya dan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Buku ini dapat menjadi teman refleksi bagi mereka yang:
* Pernah mengalami kekecewaan atau pengkhianatan dan kesulitan membangun kepercayaan kembali.
* Merasa memiliki pola hubungan yang terus berulang, tetapi belum memahami penyebabnya.
* Ingin memahami bagaimana pengalaman masa kecil dan masa lalu memengaruhi kehidupan saat ini.
* Sedang menghadapi persoalan keluarga, persahabatan, maupun hubungan personal.
* Ingin belajar berdamai dengan pengalaman yang tidak bisa diubah, tanpa harus menyangkal bahwa luka itu pernah ada.
Buku ini tidak menjanjikan bahwa semua luka akan selesai setelah membacanya. Namun, ia menawarkan ruang untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan hidup, dan mungkin menemukan pemahaman baru tentang diri sendiri maupun orang lain.
BOOK TALK: RUANG UNTUK BERBAGI DAN BERCERMIN
Melalui kegiatan Book Talk dan Bedah Buku di Toko Buku Jendela Klaten, pembaca dan pencinta literasi diajak untuk tidak hanya mengenal isi buku, tetapi juga berdiskusi dan merefleksikan pengalaman hidup yang mungkin memiliki kemiripan dengan kisah-kisah di dalamnya.
Acara ini diharapkan menjadi ruang pertemuan yang hangat antara buku, penulis, dan pembaca. Sebuah kesempatan untuk berbincang tentang hal-hal yang sering kali sulit dibicarakan, tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Detail Acara:
BOOK TALK & BEDAH BUKU
CERMINKU RETAK SERIBU
Bersama penulis: Rini Hastuti
Hari/Tanggal: Sabtu, 7 November 2026
Waktu: 13.00–15.00 WIB
Tempat: Toko Buku Jendela
Alamat: Jl. Pemuda No. 36, Klaten
TENTANG PENULIS
Rini Hastuti adalah penulis dan praktisi perencanaan keuangan bersertifikasi CFP (Certified Financial Planner) dan WPS (Wakaf Planner Specialist). Memiliki pengalaman menulis lebih dari empat dekade dan pernah menjadi kolumnis di Radar Cirebon selama sepuluh tahun.
Karya-karyanya antara lain Laundry Hati, The Worrier’s Guide Book, dan The Quiet Miracle. Melalui tulisan, Rini mengangkat pengalaman hidup, relasi antarmanusia, serta berbagai persoalan yang dekat dengan keseharian.
Dalam Cerminku Retak Seribu, ia mengajak pembaca menengok sisi manusia yang sering tersembunyi di balik penampilan baik-baik saja.
Untuk informasi, kerja sama, dan pemesanan buku Cerminku Retak Seribu:
Yuni
WhatsApp: +62 878-7133-7585
Cerminku Retak Seribu
Tidak semua retak terlihat. Tidak semua luka diceritakan. Dan tidak semua kisah harus berakhir dengan penyesalan.
Mungkin, di antara kisah-kisah di dalamnya, ada pantulan dirimu sendiri. (Rsi)
0 Comment